Ruang Sampel merupakan himpunan dari semua hasil yang mungkin terjadi pada suatu percobaan.
Contoh:
a. Uang logam
1) Sebuah uang logam
S = {Gambar, Angka}
n(S) = 2
2) Dua buah uang logam
S = {AA, AG, GA, GG}
n(S) = 4
3) Tiga buah uang logam
S = {AAA, AAG, AGG, AGA, GGG, GGA, GAG, GAA}
n(S) = 8
b. Mata dadu
1) Sebuah mata dadu
S = {1, 2, 3, 4, 5, 6}
n(S) = 6
2) Dua buah mata dadu
S = {(1,1),(1,2),(1,3),(1,4),(1,5),(1,6),(2,1),(2,2),(2,3),(2,4),(2,5),...,(6,6)}
n(S) = 36
c. Kartu Bridge, n(S)= 52
skop = A,K,Q,J,10,9,8,7,6,5,4,3,2=(13)
hati = A,K,Q,J,10,9,8,7,6,5,4,3,2=(13)
gatas = A,K,Q,J,10,9,8,7,6,5,4,3,2=(13)
kriting = A,K,Q,J,10,9,8,7,6,5,4,3,2=(13)
Titik Sampel merupakan anggota pada ruang sampel.
Kejadian merupakan himpunan bagian dari ruang sampel.
a. Kejadian tunggal, yaitu kejadian yang hanya mempuanyai satu titik sampel.
Contoh: Kejadian muncul mata dadu {3}, {4}, {5} atau {6}
b. Kejadian majemuk, yaitu kejadian yang mempunyai lebih dari satu titik sampel.
Contoh: Kejadian muncul mata dadu ganjil = {1,3,5}, Kejadian muncul mata dadu genap {2,4,6}
c. Frekuensi relatif, yaitu perbandingan banyaknya kejadian yang diamati dengan banyaknya percobaan.
F(A) = P(A) X n
@ Siti melemparkan sebuah dadu. Tentukanlah peluang munculnya mata dadu
a. bertitik 3
b. bertitik lebih dari tiga,
c. bertitik 1, 2, 3, 4, 5, 6
d. bertitik lebih dari 6
jawab
Oleh karena ruang sampelnya adalah S= {1, 2, 3, 4, 5, 6} maka n(S) = 6.
a. Misalkan, A adalah himpunan kejadian munculnya dadu bertitik 3
maka A = {3} sehingga n(A) = 1.
Jadi, peluang munculnya mata dadu bertitik 3 adalah 1
b. Misalkan, B adalah himpunan kejadian munculnya dadu bertitik lebih dari 3
maka B = {4, 5, 6} sehingga n(B) = 3
Jadi, peluang munculnya mata dadu bertitik lebih dari 3 adalah 3
c. Misalkan, C adalah himpunan kejadian munculnya mata dadu bertitik 1, 2, 3, 4, 5 dan 6
maka C = {1, 2, 3, 4, 5, 6} sehingga n(C) = 6.
Jadi, peluang munculnya mata dadu bertitik 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 adalah 1
d. Misalkan, D adalah himpunan kejadian munculnya mata dadu bertitik lebih dari 6
maka D = { } sehinggan(D) = 0.
Jadi, peluang munculnya mata dadu bertitik lebih dari 6 adalah 0
@ Lima belas kartu diberi nomor 1 sampai dengan 15. Kartu-kartu tersebut dikocok,
kemudian diambil satu kartu secara acak (kartu yang telah diambil kemudian
dikembalikan lagi). Tentukan peluang terambil kartu berangka
a. genap,
b. bukan genap.
Jawab:
Ruang sampelnya adalah S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15}
a. Misalkan, A adalah himpunan kejadian terambil kartu berangka genap maka
A = {2, 4, 6, 8, 10, 12, 14} sehingga n(A) = 7.
Jadi, peluang terambil kartu berangka genap adalah 7/15
b. Oleh karena kartu yang sudah diambil dikembalikan lagi, ruang sampelnya
tetap, yaitu S = {1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, 13, 14, 15}.
Misalkan, B adalah himpunan kejadian terambil kartu berangka bukan genap
maka B = {1, 3, 5, 7, 9, 11, 13, 15) sehingga n(B) = 8.
Jadi, peluang terambil kartu berangka genap adalah 8/15
LES MATEMATIKA PELAIHARI
Sabtu, 19 November 2016
Selasa, 15 November 2016
Materi Peluang SMP
Peluang merupakan bagian matematika yang membahas tentang ukuran ketidakpastian terjadinya suatu peristiwa yang ada dalam kehidupan.
Berikut istilah-istilah yang harus dipahami sebelum mengerjakan soal-soal dalam materi peluang.
Ruang sampel merupakan himpunan dari semua kemungkinan yang terjadi dari percobaan.
Titik sampel merupakan anggota yang ada pada ruang sampel.
Kejadian merupakan himpunan bagian pada ruang sampel.
Misal sebuah dadu di lempar sebanyak satu kali, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah muncul mata dadu 1, 2, 3, 4, 5 atau 6.
Sehingga dapat diperoleh Ruang Sampel atau S = { 1, 2, 3, 4, 5, 6 } sedangkan titik sampel sama dengan kemungkinan mata dadu yang akan muncul yaitu mata dadu 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.
Jika ditanyakan peluang munculnya mata dadu kelipatan 2 maka dapat kita data kejadian mata dadu keliapatan 2 yaitu {2, 4, 6} dengan kata lain ada 3 kemungkinan kejadian kelipatan 2.
dengan begitu dapat kita selesaikan dengan membagi banyaknya kejadian kelipatan 2 dengan banyaknya ruang sampel
3/6 = 1/2.
Berikut istilah-istilah yang harus dipahami sebelum mengerjakan soal-soal dalam materi peluang.
Ruang sampel merupakan himpunan dari semua kemungkinan yang terjadi dari percobaan.
Misal sebuah dadu di lempar sebanyak satu kali, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah muncul mata dadu 1, 2, 3, 4, 5 atau 6.
Sehingga dapat diperoleh Ruang Sampel atau S = { 1, 2, 3, 4, 5, 6 } sedangkan titik sampel sama dengan kemungkinan mata dadu yang akan muncul yaitu mata dadu 1, 2, 3, 4, 5 dan 6.
Jika ditanyakan peluang munculnya mata dadu kelipatan 2 maka dapat kita data kejadian mata dadu keliapatan 2 yaitu {2, 4, 6} dengan kata lain ada 3 kemungkinan kejadian kelipatan 2.
dengan begitu dapat kita selesaikan dengan membagi banyaknya kejadian kelipatan 2 dengan banyaknya ruang sampel
3/6 = 1/2.
Senin, 14 November 2016
Les Matematika Menyenangkan Bersama Sahabat Belajar
Mendengar istilah Matematika pasti sudah tak asing lagi dengan kata susah, ribet, bikin pusing dan pelajaran yang menjadi momok menakutkan di kalangan pelajar. Perlu kesadaran baik dari orang tua maupun siswa itu sendiri bahwa hanya mengandalkan sumber belajar dari guru di sekolah tidaklah cukup. Dengan kata lain Kalau mau pintar haruslah rajin belajar (Belajar Tambahan Selain di Sekolah).
Sekedar Berbagi untuk orang tua yang memiliki anak sekolah, seiring berkembangnya dunia teknologi anak-anak kita terlalu dimanjakan. Hanya dengan menekan kata kunci yang ingin kita ketahui pada smartphon semua informasi langsung tersedia. Yang kita anggap itu menguntungkan justru malah membuat anak-anak kita semakin malas dan cenderung menginginkan semua hal serba instan. Sebagai contoh yang saya alami sebagai pengajar sebuah bimbingan belajar yaitu siswa kelas 9 (kelas 3 SMP) masih mengalami kesulitan dalam soal pembagian dan perkalian sederhana. Padahal untuk pelajaran pembagian dan perkalian sudah diajarkan semenjak kelas 2 SD, bayangkan bagaimana jika dihadapkan dengan materi aritmatika sosial atau materi-materi yang banyak mengandung unsur pembagian dan perkalian.
Sebagai orang tua merupakan kewajiban kita untuk membesarkan dan memberikan pendidikan yang layak. Namun perlu diketahui pendidikan di sekolah saja tidaklah cukup untuk membuat anak-anak kita mengusasai materi pelajaran dari sekolah. Untuk itu perlu kita berikan tambahan pelajaran diluar jam sekolah, yaitu dengan memberikan tambahan belajar di tempat-tempat yang menyediakan jasa bimbingan belajar tambahan.
Salah satu rekomendasi yang akan saya berikan yaitu bimbingan belajar matematika yang bertempat di desa panggung yang berdekatan dengan SMKN 2 PELAIHARI. Guru yang mengajar merupakan ahli ilmu dibidangnya, yaitu lulusan Perguruan Tinggi Universitas Islam Malang. Materi pelajaran menyesuaikan apa yang diinginkan siswa, jam belajar bebas pilih, bisa bantu mengerjakan tugas dari guru sekolah, dan kemudahan-kemudahan lainnya.
Sekedar Berbagi untuk orang tua yang memiliki anak sekolah, seiring berkembangnya dunia teknologi anak-anak kita terlalu dimanjakan. Hanya dengan menekan kata kunci yang ingin kita ketahui pada smartphon semua informasi langsung tersedia. Yang kita anggap itu menguntungkan justru malah membuat anak-anak kita semakin malas dan cenderung menginginkan semua hal serba instan. Sebagai contoh yang saya alami sebagai pengajar sebuah bimbingan belajar yaitu siswa kelas 9 (kelas 3 SMP) masih mengalami kesulitan dalam soal pembagian dan perkalian sederhana. Padahal untuk pelajaran pembagian dan perkalian sudah diajarkan semenjak kelas 2 SD, bayangkan bagaimana jika dihadapkan dengan materi aritmatika sosial atau materi-materi yang banyak mengandung unsur pembagian dan perkalian.
Sebagai orang tua merupakan kewajiban kita untuk membesarkan dan memberikan pendidikan yang layak. Namun perlu diketahui pendidikan di sekolah saja tidaklah cukup untuk membuat anak-anak kita mengusasai materi pelajaran dari sekolah. Untuk itu perlu kita berikan tambahan pelajaran diluar jam sekolah, yaitu dengan memberikan tambahan belajar di tempat-tempat yang menyediakan jasa bimbingan belajar tambahan.
Salah satu rekomendasi yang akan saya berikan yaitu bimbingan belajar matematika yang bertempat di desa panggung yang berdekatan dengan SMKN 2 PELAIHARI. Guru yang mengajar merupakan ahli ilmu dibidangnya, yaitu lulusan Perguruan Tinggi Universitas Islam Malang. Materi pelajaran menyesuaikan apa yang diinginkan siswa, jam belajar bebas pilih, bisa bantu mengerjakan tugas dari guru sekolah, dan kemudahan-kemudahan lainnya.
Langganan:
Komentar (Atom)